jelaskan jenis tumbuhan paku berdasarkan sporanya berilah contoh masing masing

Viewtanaman BIOLOGY 1212 at SMA Negeri 4 Bekasi. Kelompok biologi 1. Adinda Putri A 2. Aina Nadroh 3. Bambang Cahyo R • Pengertian Tumbuhan paku adalah sekelompok tumbuhan yang PEMBELAJARANKOOPERATIF TIPE JIGSAW MAKALAH REVISI Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengajaran Biologi Dosen Pengampu : Dr, rer. nat. Adi Rahmat, M.Si dan Dr. Sariwulan Diana, M.Si Disusun Oleh : EMMA FARIDA 1602951 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2016 KATA PadaBAB 2 ini kita akan belajar soal ipa kelas 5 semester 1 tentang tumbuhan hijau dan kunci jawaban dimana kita lebih banyak membahas tentang pembuatan makanan pada tumbuhan hijau tumbuhan hijau ang. Membandingkan siklus hidup beberapa jenis makhluk hidup serta me. Jelaskan manfaat metamorfosis kupu-kupu bagi kehidupan manusia. 2 Macam Pteridophyta berdasarkan jenis spora yang dihasilkan. Ada 3 (tiga) macam tumbuhan paku berdasarkan jenis spora yang dihas 2 Cycadinae. Cycadinae meliputi kira-kira 100 spesies yang sebagian besar ibarat pohon palma , agak berkayu , tidak bercabang , akar tunggang , batang memanjang , serta berdaun majemuk dan terdapat di ujung batang. Tumbuhan ini berbungan uniseksual (berkelamin tunggal) , misalnya pakis haji (Cycas rumphii). Vay Tien Nhanh Ggads. Klasifikasi Tumbuhan Paku – Dalam hal ini di dunia saat ini telah ditemukan sekitar > spesies tumbuhan paku. Dengan jumlah sebanyak itu, maka tentu akan sangat sulit bagi kita untuk bisa mengidentifikasi semua spesies tersebut. Maka diperlukan suatu sistem klasifikasi untuk mengkelas-kelaskan semua spesies tumbuhan paku yang jumlahnya sangat banyak itu, sehingga memudahkan dalam kegiatan identifikasi yang kita lakukan. Klasifikasi Tumbuhan PakuPaku Purba “Psilopsida”Paku Kawat “Lycopsida”Paku Ekor Kuda “Sphenopsida Atau Equisetopsida”Paku Sejati “Pteropsida” Nah untuk mengidentifikasi semua spesies tumbuhan paku tersebut, kita bisa melakukan klasifikasi berdasarkan kenampakan luarnya mulai dari keberadaan daun, sporangium dan susunan anatominya. Para ahli telah melakukan klasifikasi tumbuhan paku “Pteridophyta” dan mereka menggolongkan menjadi 4 sub divisi yang antara lain paku purba “Psilopsida”, paku kawat “Lycopsida”, paku ekor kuda “Sphenopsida atau Equisetopsida” dan paku sejati “Pteropsida”, yang masing-masing sub divisi tumbuhan paku ini memiliki karakteristik dan ciri yang spesifik. Paku Purba “Psilopsida” Sub divisi dari sistem klasifikasi tumbuhan paku yang pertama ialah Psilopsida atau paku purba. Sesuai dengan namanya jenis tumbuhan paku satu ini telah ada sejak zaman purba. Sebagian di antara mereka telah mengalami kepunahan dan hanya ditemukan dalam bentuk fosil. Misalnya Rhynia “paku tidak berdaun” sedangkan sebagian kecil lainnya masih dapat ditemukan saat ini, misalnya paku tmesipteris yang tumbuh di kepulauan dan psilotum nudum tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Ciri-ciri dari jenis tumbuhan paku ini antara lain tingginya 30 cm -1 m, memiliki rizhom yang dikelilingi rizoid, serta tidak memiliki akar, batang dan daun sejati. Akan tetapi dari ciri-ciri tersebut, ada pula beberapa pengecualian. Sebagian paku purba yang memiliki daun mempunyai cirri yang lebih spesifik di antaranya Ukuran daun sangat kecil berbentuk seperti sisik. Sporangium berada di ketiak ruas batang. Gametofit tersusun atas sel yang tidak berklorofil. Batang berklorofil dan sudah memiliki sistem pengangkut “pembuluh vaskuler”. Paku Kawat “Lycopsida” Pengklasifikasian tumbuhan paku juga menghasilkan satu sub divisi yakni tumbuhan paku kawat atau paku rambut “Lycopsida”, sub divisi paku-pakuan ini diperkirakan telah tumbuh di bumi di masa Devonian. Mereka terus berkembang biak sampai jumlahnya sangat melimpah pada masa Karboniferus. Dan hampir semua Lycopsida telah mengalami kepunahan, mereka kebanyakan telah ditemukan dalam bentuk fosil atau endapat batu bara. Namun beberapa di antaranya yang berukuran kecil sampai kini dapat kita temui di permukaan tanah atau kulit pohon di ekosistem hutan hujan tropis. Secara umum sub divisi dari klasifikasi tumbuhan paku ini dapat diidentifikasi dari morfologi dan anatomi tubuhnya. Ciri-ciri tumbuhan paku ini antara lain Tinggi tubuhnya dapat mencapai kurang lebih 3 meter. Sporofit tersusun dari sel-sel yang mengandung klorofil dan memiliki daun berbentuk seperti rambut atau sisik. Batangnya berbentuk seperti kawat dengan cabang-cabang yang mengandung sporangium dalam wadah sporofil yang berbentuk gada “strobilus”. Gametofit berukuran kecil dan tidak berklorofil, oleh karena itu makanannya diperoleh melalui simbiosis dengan jamur yang tumbuh di sekitarnya. Sporangium menghasilkan spora, ada Lycopsida yang menghasilkan satu jenis spora “homospora” seperti Lycopodium sp, namun ada juga yang menghasilkan 2 jenis spora “heterospora” seperti Selaginella sp. Gametofitnya ada yang memiliki 2 jenis alat kelamin, misalnya Lycopodium sp, namun ada pula yang menghasilkan 1 jenis alat kelamin saja misalnya Selaginella sp. Paku Ekor Kuda “Sphenopsida Atau Equisetopsida” Klasifikasi tumbuhan paku juga menghasilkan satu sub divisi yang dinamai divisi paku ekor kuda “Sphenopsida atau Equisetopsida”, dinamai demikian karena jenis tumbuhan paku ini memiliki percabangan pada batangnya dengan bentuk yang menyerupai ekos kuda. Paku ekor kuda memiliki beberapa ciri yang diantaranya yaitu Tumbuhan ini sering tumbuh di daerah dengan tanah yang berpasir. Sporofitnya berbentuk sisik dengan warna agak transparan dengan susunan melingkar pada batangnya. Batangnya berongga dan beruas, karena pada lapisan luar batang terkandung silika tinggi, batang dari klasifikasi tumbuhan paku ini cukup keras dan sering digunakan sebagai alat penyikat. Batang memiliki rizom dan ujung yang mengandung sporangia. Sporangiumnya menghasilkan spora dengan ukuran dan bentuk sama, kendati dari jenis yang berbeda. Oleh karena inilah paku-pakuan dalam sub divisi ini tergolong paku peralihan. Tingginya dapat mencapai kurang lebih 15 meter. Paku Sejati “Pteropsida” Sub divisi dalam klasifikasi tumbuhan paku selanjutnya ialah subdivisi paku sejati “Pteropsida”. Tumbuhan paku dari jenis ini umumnya dengan mudah kita temui pada habitat lembab, seperti di daerah ekosistem hutan hujan tropis. Pakis yang tumbuh di sela pohon sawit ialah salah satu spesies dari golongan tumbuhan paku ini, selain itu spesies golongan paku sejati juga dapat kita temui dengan melihat ciri-cirinya diantaranya yaitu Dengan memiliki akar, batang dan daun sejati dengan ukuran variatif. Daunnya berukuran lebih besar dibanding paku-pakuan jenis lain, bentuknya lembaran dan tulang daunnya bercabang. Daun atau tunas mudanya menggulung. Terdapat > spesies paku sejati di dunia saat ini, beberapa contoh tumbuhan paku dari sub divisi ini antara lain Asplenium nidus, Adiantum fimbriatum dan Marsiles crenata. Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Klasifikasi Tumbuhan Paku dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. Dalam ilmu botani dan kehutanan, kebanyakannya relatif familiar dengan jenis tumbuhan paku. Selain memiliki karakteristik yang unik, penampakan morfologi dan ciri-cirinya pun berbeda apabila dibandingkan dengan pohon atau tumbuhan lainnya. Pengertian Tumbuhan Paku Tumbuhan paku atau sering disebut paku-pakuan adalah kelompok tumbuhan yang memiliki struktur berupa akar, batang, daun sejati, serta alat pengangkut atau berkas pembuluh. Tumbuhan paku berasal dari divisi Pterophyta. Kata “Pterophyta” terdiri dari dua kata. Kata pertama “pteron” memiliki arti sayap atau bulu dan “phyton” yang artinya tumbuhan. Maka, tumbuhan paku tergolong ke dalam tumbuhan berspora dan umumnya memiliki bentuk daun yang mirip seperti bentuk sayap. Paku-pakuan termasuk salah satu tumbuhan yang telah memiliki kormus. Artinya bagian akar, batang, dan daunnya bersifat sejati atau dapat dibedakan dengan jelas. Tumbuhan paku juga memiliki spora yang biasanya terletak di bagian bawah permukaan daun. Selain itu, tanaman paku-pakuan juga tergolong ke dalam tumbuhan vaskuler karena memiliki jaringan pengangkut berupa xilem dan floem. Jenis paku-pakuan merupakan tumbuhan terestrial daratan. Tanaman paku-pakuan biasanya tumbuh di darat dengan ketinggian sekitar 350 meter di atas permukaan laut. Sebagian spesies tanaman paku-pakuan juga dapat dijumpai di lapisan bawah tanah dataran rendah, di pantai, atau bahkan di lereng gunung. Namun, beberapa spesies tumbuhan paku dapat hidup di air. Contohnya adalah Azolla pinnata dan Marsilea crenata. Infografis tumbuhan paku oleh LindungiHutan. Tumbuhan paku memiliki 3 bagian utama yaitu helaian daun, batang, dan akar. Pada bagian daun terdapat bagian lain seperti tangkai daun, rakhis, penula, dan daun muda. Sedangkan bagian batangnya, atau rhizoma, biasanya tumbuh di dalam tanah secara horizontal atau vertikal. Jenis akar tanaman paku seringkali berupa akar serabut. Salah satu ciri utama tumbuhan paku dibandingkan dengan tanaman lainnya yaitu karakteristik daunnya. Tanaman paku-pakuan dikenal memiliki pucuk pada daun muda yang menggulung. Selain itu, permukaan daun bagian bawah tanaman paku-pakuan terdapat bintik-bintik cokelat, yaitu kotak spora atau sporangium. Fungsi sporangium adalah menghasilkan spora untuk alat perkembangbiakan. Organ reproduksi pada tanaman paku-pakuan Pteridophyta dapat dibedakan menjadi dua, yaitu organ vegetatif dan organ generatif. Organ vegetatif terdiri dari akar, batang, rimpang dan daun. Sedangkan, organ generatif terdiri dari spora, sporangium, anteridium, dan arkegonium. Sporangium tumbuhan paku umumnya terletak di permukaan daun bagian bawah dan berwarna coklat. Susunan kotak spora terlihat seperti gugusan. Bagian sorusnya terletak pada tulang daun yang sifatnya sangat penting dalam klasifikasi tumbuhan paku. Sebagian besar spesies tanaman paku-pakuan telah memiliki pembuluh pengangkut berupa floem dan xilem. Floem adalah pembuluh pengangkut nutrien organik hasil fotosintesis. Sedangkan xilem adalah pembuluh pengangkut senyawa anorganik berupa air dan mineral dari akar ke seluruh bagian tumbuhan. Secara umum, ciri-ciri tumbuhan paku diantaranya adalah Tubuh utama tumbuhan paku adalah sporofit;Sudah dapat dibedakan akar, batang, dan daunnya;Memiliki berkas pembuluh angkut berupa xilem dan floem;Berkembang biak dengan spora yang terbentuk pada sporangium, letaknya ada di permukaan ventral atau di ketiak daun;Mengalami metagenesis;Alat reproduksi jantan pada tanaman paku disebut anteridium, sedangkan betina disebut arkegonium;Daun yang masih muda akan menggulung layaknya gagang biola;Habitus tanaman paku-pakuan dapat berupa pohon, semak, epifit, merambat, mengapung, hidrofit, dan menjalar; Jenis Tumbuhan Paku Pengelompokan jenis-jenis tanaman paku-pakuan dapat dibagi menjadi beberapa kelompok tergantung aspek tertentu. A. Berdasarkan Bentuk dan Ukuran Spora Berdasarkan bentuk dan ukuran sporanya, tumbuhan paku digolongkan menjadi 3, yaitu Homospora atau isospora adalah jenis tanaman paku-pakuan yang hanya menghasilkan satu jenis spora dengan bentuk dan ukuran yang sama berumah satu.Heterospora atau anisospora yaitu paku-pakuan yang dapat menghasilkan spora dengan dua ukuran yang berbeda berumah dua. Spora betina berukuran besar megaspora. Sedangkan spora jantan berukuran kecil mikrospora.Peralihan atau campuran merupakan jenis tumbuhan paku yangmenghasilkan spora yang berukuran sama tetapi jenisnya berbeda, yaitu berkelamin jantan atau betina berumah dua. B. Jenis Tanaman Paku Berdasarkan Ukuran Daun Berdasarkan ukuran daunnya, tumbuhan paku dibagi menjadi 2 yaitu Mikrofil, atau tumbuhan paku berdaun kecil;Makrofil, atau tumbuhan paku berdaun besar. C. Jenis Tumbuhan Paku Berdasarkan Fungsi Daun Berdasarkan fungsi daunnya, tanaman paku-pakuan digolongkan menjadi 2 yaitu Sporofil, merupakan daun yang memiliki fungsi untuk fotosintesis dan menghasilkan merupakan daun yang memiliki fungsi untuk fotosintesis namun tidak menghasilkan spora. D. Berdasarkan Susunan Daun dan Sporangium Berdasarkan susunan daun dan sporangiumnya, tumbuhan paku dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu 1. Psilopsida Paku Purba Psilopsida Yunani, psilos = telanjang merupakan tumbuhan paku purba primitif yang sebagian besar anggotanya sudah punah dan ditemukan sebagai fosil. Jenis tanaman paku-pakuan ini hidup pada periode antara zaman Silurian dan Devonian. Psilotum memiliki struktur tubuh yang sangat sederhana, tidak memiliki daun dan akar sejati namun memiliki rizom yang dikelilingi rizoid. Batangnya memiliki percabangan dikotomus, untuk paku purba yang memiliki daun, ukuran daunnya kecil mikrofil berbentuk sisik. Kumpulan sporangium bernama Sinangium berada di ketiak ruas batang. Hanya beberapa jenis yang masih hidup di bumi, salah satunya adalah Psilotum nudum. 2. Equisetopsida Paku Ekor Kuda Equisetopsida disebut juga dengan paku ekor kuda horsetail. Karena jenis tanaman paku-pakuan ini memiliki percabangan yang khas berbentuk uliran atau lingkaran. Paku ekor kuda tumbuh melimpah pada zaman Karbon dengan ukuran yang besar dan tingginya mencapai 15 m. Fosilnya saat ini dimanfaatkan sebagai batu bara. Jenis tanaman paku Equisetopsida memiliki batang beruas-ruas, berongga, serta memiliki rhizome. Daunnya kecil mikrofil atau berbentuk sisik transparan yang tersusun melingkar. Terdapat strobilus di ujung batang, merupakan jenis paku peralihan. Contoh spesies jenis paku ekor kuda adalah Equisetum debile. 3. Lycopsida Paku Kawat Lycopsida sudah hidup di bumi pada zaman Devonian dan tumbuh melimpah pada zaman Karbon dengan ukuran besar sekitar 3 m di lahan basah berupa rawa-rawa. Namun, jenis paku kawat kini telah punah dan hanya ditemukan dalam bentuk fosil atau batu bara. Sedangkan untuk Lycopsida berukuran kecil masih bertahan hidup hingga saat ini. Lycopsida memiliki batang dengan bentuk seperti kawat, daun kecil mikrofil seperti rambut/sisik. Memiliki kumpulan sporofil dalam bentuk strobilus di ujung percabangan. Sporofil tersebut sebagiannyamenghasilkan dua jenis spora heterospora misalnya Selaginella sp. Kelompok tanaman paku kawat yang menghasilkan satu jenis spora misalnya Lycopodium sp. 4. Pteropsida Paku Sejati Pteropsida atau paku sejati adalah jenis tanaman paku-pakuan yang sangat mudah ditemui di lingkungan sekitar. Jenis paku ini memiliki ukuran dan bentuk yang sangat bervariasi. Hidup secara terestrial, akuatik, maupun epifit. Memiliki batang yang ada di dalam tanah rizom. Daun berukuran besar makrofil berupa lembaran, daun mudanya menggulung circinate pada tumbuhan paku terestrial dan epifit. Memiliki sporofil daun penghasil spora dan tropofil daun untuk fotosintesis dan tidak menghasilkan spora. Spora dihasilkan oleh sporangium yang bersusun membentuk sorus di permukaan bawah daun. Contohnya yaitu Adiantum sp. dan Thelypteris sp. Sedangkan untuk tumbuhan paku yang hidup di air dan sporofilnya membentuk sporokarp. Salah satu contohnya adalah Marsilea crenata. Contoh-contoh Tumbuhan Paku Beberapa contoh tumbuhan paku yang sering dijumpai yaitu 1. Paku Tanduk Rusa Platycerium bifurcatum KingdomPlantaeSubkingdomTracheobiontaDivisiPteridophytaKelasPteridopsidaSubkelasPolypoditaeOrdoPolypodialesFamiliPolypodiaceaeGenusPlatyceriumSpesiesPlatycerium bifurcatum Cav. C. taksonomi paku tanduk rusa Platycerium bifurcatum. Paku tanduk rusa mempunyai nama latin Platycerium bifurcatum. Tumbuhan ini sering digunakan sebagai tanaman hias yang menempel di dinding atau pohon dewasa. Manfaat paku tanduk rusa diyakini dapat digunakan sebagai obat-obatan untuk mengobati penyakit gondok, obat bisul, menyuburkan kandungan, dan pereda haid. Tapi, manfaat-manfaat tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. 2. Suplir Adiantum capillus-veneris KingdomPlantaeSubkingdomTracheobiontaDivisiPteridophytaKelasPteridopsidaSubkelasPolypoditaeOrdoPolypodialesFamiliAdiantaceaeGenusAdiantumSpesiesAdiantum capillus-veneris taksonomi paku suplir Adiantum capillus-veneris. Tanaman ini sering digunakan untuk menghiasi pekarangan rumah dengan cara menanam di dalam pot atau langsung ke tanah. Bentuk paku suplir hampir menyerupai trapesium dengan warna hijau muda yang cerah. 3. Paku Pedang Nephrolepis cordifolia KingdomPlantaeSubkingdomTracheobiontaDivisiPteridophytaKelasPteridopsidaSubkelasPolypoditaeOrdoPolypodialesFamiliDryopteridaceaeGenusNephrolepisSpesiesNephrolepis cordifolia L. C. PreslKlasifikasi taksonomi paku pedang Nephrolepis cordifolia. Ciri-ciri tumbuhan paku pedang memiliki batang yang bercabang dan berkayu. Daunnya memiliki urat-urat bahkan ada yang tidak memiliki daun. 4. Pteris KingdomPlantaeSubkingdomTracheobiontaDivisiPteridophytaKelasPteridopsidaSubkelasPolypoditaeOrdoPolypodialesFamiliPteridaceaeGenusPterisKlasifikasi taksonomi tanaman paku-pakuan dari genus Pteris. Jenis tumbuhan paku dari genus Pteris sangat beragam. Salah satu contohnya adalah Pteris vittata atau Paku Rem China. Tumbuhan ini tergolong ke dalam paku tanah, yaitu paku-pakuan yang dapat hidup di tanah, tembok, dan tebing terjal. Paku Pteris ini menyukai kelembaban. Rimpangnya menjalar pada permukaan batuan dan akar-akarnya masuk ke celah-celah batu. Pteris vittata tergolong ke dalam tumbuhan paku jenis herba, memiliki daun majemuk menyirip dengan tepi daunnya rata. Bentuk daunya memanjang dan memiliki ukuran ± 3,5 cm. Daun Pteris sp. tergolong anisofil, yaitu daun yang terdiri dari dua ukuran yang berbeda di mana daun yang satu lebih besar dari daun yang lainnya. 5. Paku Sisik Naga Pyrrosia piloselloides KingdomPlantaeSubkingdomTracheobiontaDivisiPteridophytaKelasPteridopsidaSubkelasPolypoditaeOrdoPolypodialesFamiliPolypodiaceaeGenusPyrrosiaSpesiesPyrrosia piloselloides L. M. G. PriceKlasifikasi taksonomi paku sisik naga Pyrrosia piloselloides. Paku sisik naga Pyrrosia piloselloides adalah salah satu dari beberapa jenis tumbuhan paku epifit. Tumbuhan ini biasa dijumpai di tempat-tempat dengan elevasi yang rendah sampai tinggi. Jenis paku sisik naga tumbuh merambat pada batang pohon atau dinding rumah yang tidak terawat. Paku sisik naga memiliki kandungan kimia seperti saponin, polifenol, minyak atsiri, triterpenoid/sterol, fenol, flavonoid, gula, dan tanin. Tanaman ini bersifat manis, tawar, dan sejuk. 6. Paku Langlayang Drynaria sparsisora KingdomPlantaeSubkingdomTracheobiontaDivisiPteridophytaKelasPteridopsidaSubkelasPolypoditaeOrdoPolypodialesFamiliPolypodiaceaeGenusDrynariaSpesiesDrynaria sparsisora MooreKlasifikasi taksonomi paku simbar layangan Drynaria sparsisora. Drynaria sparsisora dikenal dengan nama lokal Paku Langlayang atau Simbar Layangan. Tumbuhan paku ini banyak tumbuh di rawa dan hutan kerangas. Paku jenis ini ditutupi oleh serabut pendek berwarna hitam dengan tekstur rimpang keras. Bagian abaksial daun berwarna hijau muda, sedangkan bagian adaksial berwarna hijau tua. Tepi daun fertilnya berbagi, dengan daun penyangga melebar di bagian tengah, pendek, dan lebih tipis dari paku kepala tupai. Letak sporangium tersebar tidak beraturan di antara anak tulang daun fertil dan kecil-kecil. FAQ Apa itu Tumbuhan Paku? Tumbuhan paku atau paku-pakuan merupakan kelompok tumbuhan yang memiliki struktur berupa akar, batang, daun sejati, serta alat pengangkut atau berkas pembuluh. Apa Ciri-ciri Tanaman Paku? Ciri-ciri tumbuhan paku-pakuan diantaranya yaitu 1 Tubuh utama tumbuhan paku adalah sporofit, 2 Sudah dapat dibedakan akar, batang dan daunnya, 3 Memiliki berkas pembuluh angkut berupa xilem dan floem. Penjelasan lengkapnya telah kita ulas di artikel ini. Referensi dan rujukan yang digunakan pada artikel ini. Penulis Septi Purwaningsih Editor Tasqiya Ratnasari Pengertian Tumbuhan paku Pteridophyta Klasifikasi Tumbuhan PakuCiri Ciri TUMBUHAN PAKU Habitat Tumbuhan Paku MANFAAT TUMBUHAN PAKUPosting terkait Pengertian Tumbuhan paku Pteridophyta – Tumbuhan paku Pteridophyta adalah divisi dari kingdom Plantae yang anggotanya memiliki akar, batang, dan daun sejati, serta memiliki pembuluh pengangkut. Pteridophyta berasal dari kata pteron sayap bulu, dan phiton tumbuhan. Sehingga Pteridophyta merupakan tumbuhan paku yang tergolong dalam tumbuhan kormus berspora, dimana tumbuhan ini menghasilkan spora dan memiliki susunan daun yang umumnya membentuk bangun sayap pada pucuk tumbuhan terdapat bulu-bulu. Tumbuhan paku sering disebut juga dengan kormofita berspora karena berkaitan dengan adanya akar, batang, daun sejati, serta bereproduksi aseksual dengan spora. Tumbuhan paku juga disebut sebagai tumbuhan berpembuluh Tracheophyta karena memiliki pembuluh pengangkut. Setelah sebelumnya menjelaskan ciri ciri serta morfologi tumbuhan paku, sekarang sudah mengerti bukan tumbuhan paku itu tumbuhan yang seperti apa?? nah selanjutnya kita akan membahas klasifikasinnya. Klasifikasi paku dibagi menjadi empat divisi, yaitu Psilotophyta, Lycophyta, Sphenophyta, dan Pterophyta. Berikut ini akan kita bahas secara ringkas ke empat divisi tersebut. a. Klasifikasi Berdasarkan Spora Ditinjau dari macam spora yang dihasilkan, tumbuhan paku dapat dibedakan menjadi tiga golongan seperti berikut ini. Paku Homospora isospora Menghasilkan satu jenis spora, misalnya Lycopodium paku kawat. Spora dari paku ini dikenal sebagai Lycopodium powder’ yang dapat meledak di udara apabila terkumpul dalam jumlah cukup banyak dan pada jaman dulu digunakan sebagai lampu kilat untuk pemotretan. Paku Heterospora Menghasilkan dua jenis spora yanhg berlainan; yaitu mikrospora berkelamin jantan dan makrospora mega spora berkelamin betina, misalnya Marsilea semanggi, Selaginella paku rane. Paku Peralihan Paku ini merupakan peralihan antara homospora dengan heterospora, yaitu paku yang menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama tetapi berbeda jenis kelaminnya, satu berjenis kelamin jantan dan lainnya berjenis kelamin betina, misalnya Equisetum debile paku ekor kuda. Berdasarkan Ciri Tubuh Klasifikasi tumbuhan paku Dibagi menjadi 4 subdivisi, yaitu Psilopsida, Lycophyta, Sphenophyta dan Pterophyta. Paku Purba Psilopsida Tumbuhan paku purba yang masih hidup saat ini diperkirakan hanya tinggal 10 spesies sampai 13 spesies dari dua genus. Paku purba hidup di daerah tropis dan subtropis. Sporofit paku purba ada yang tidak memiliki akar sejati dan tidak memiliki daun sejati. Paku purba yang memilki daun pada umumnya berukuran kecil mikrofil dan berbentuk sisik. Batang paku purba bercabang dikotomi dengan tinggi mencapai 30 cm hingga 1 m. Paku purba juga tidak memiliki pembuluh pengangkut. Batang paku purba mengandung klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis. Cabang batang mengandung mikrofil dan sekumpulan sporangium yang terdapat di sepanjang cabang batang. Sporofil paku purba menghasilkan satu jenis spora homospora. Gametofitnya tidak memiliki klorofil dan mengandung anteridium dan arkegonium. Gametofit paku purba bersimbiosis dengan jamur untuk memperoleh nutrisi. Contoh tumbuhan paku purba yaitu paku purba tidak berdaun Rhynia dan paku purba berdaun kecil Psilotum. Paku Kawat Lycopsida Paku kawat mencakup spesies tumbuhan paku, terutama dari genus Lycopodium dan Selaginella. Paku kawat banyak tumbuh di hutan-hutan daerah tropis dan subtropis. Paku kawat menempel di pohon atau hidup bebas di tanah. Anggota paku kawat memiliki akar, batang, dan daun sejati. Daun tumbuhan paku kawat berukuran kecil dan tersusun rapat. Sporangium terdapat pada sporofil yang tersusun membentuk strobilus pada ujung batang. Strobilus berbentuk kerucut seperti konus pada pinus. Oleh karena itu paku kawat disebut juga pinus tanah. Pada paku rane Selaginella sp sporangium terdiri dari dua jenis, yaitu mikrosporangium dan megasporangium. Mikrosporangium terdapat pada mikrosporofil daun yang mengandung mikrosporangium. Mikrosporangium menghasilkan mikrospora yang akan tumbuh menjadi gametofit jantan. Megasporangium terdapat pada megasporofil daun yang mengandung megasporangium. Megasporangium menghasilkan megaspora yang akan tumbuh menjadi gametofit betina. Gametofit paku kawat berukuran kecil dan tidak berklorofil. Gametofit memperoleh makanan dari jamur yang bersimbiosis dengannnya. Gemetofit paku kawat ada yang uniseksual, yaitu mengandung anteridium saja atau arkegonium saja. Gametofit paku kawat juga ada yang biseksual, yaitu mengandung anteridium dan arkegonium. Gametofit uniseksual terdapat pada Selaginella. Selaginella merupakan tumbuhan paku heterospora sedangkan gametofit biseksual terdapat pada Lycopodium. 3. Paku Ekor Kuda Sphenopsida Paku ekor kuda saat ini hanya tinggal sekitar 25 spesies dari satu genus, yaitu Equisetum. Equisetum terutama hidup pada habitat lembab di daerah subtropis. Equisetum yang tertinggi hanya mencapai 4,5 m sedangkan rata-rata tinggi Equisetum kurang dari 1 m. Equisetum memiliki akar, batang, dan daun sejati. Batangnya beruas dan pada setiap ruasnya dikelilingi daun kecil seperti sisik. Equisetum disebut paku ekor kuda karena bentuk batangnya seperti ekor kuda. Batangnya yang keras disebabkan dinding selnya mengandung silika. Sporangium terdapat pada strobilus. Sporangium menghasilkan satu jenis spora, sehingga Equisetum digolongkan pada tumbuhan paku peralihan. Gametofit Equisetum hanya berukuran beberapa milimeter tetapi dapat melakukan fotosintesis. Gametofitnya mengandung anteridium dan arkegonium sehingga merupakan gametofit biseksual. 4. Paku Sejati Pteropsida Paku sejati mencakup jenis tumbuhan paku yang paling sering kita lihat. Tempat tumbuh paku sejati sebagian besar di darat pada daerah tropis dan subtropis. Paku sejati diperkirakan berjumlah jenis dari kelas Filicinae. Filicinae memiliki akar, batang, dan daun sejati. Batang dapat berupa batang dalam rizom atau batang di atas permukaan tanah. Daun Filicinae umumnya berukuran besar dan memiliki tulang daun bercabang. Daun mudanya memiliki ciri khas yaitu tumbuh menggulung circinnatus. Jenis paku yang termasuk paku sejati yaitu Semanggi Marsilea crenata, Paku tanduk rusa Platycerium bifurcatum, paku sarang burung Asplenium nidus, suplir Adiantum cuneatum, Paku sawah Azolla pinnata, dan Dicksonia antarctica. c. Klasifikasi berdasarkan Habitat Tempat Hidup Beredasarkan habitat tempat hidupnya klasifiksi tumbuhan paku dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu paku tanah, paku epifit dan paku akuatik. Paku Tanah Tumbuhan yang termasuk dalam kelompok ini iaah paku-pakuan yang hidup di tanah, tembok dan tebing terjal. Holtum 1968 merinci paku tanah menjadi dua bagian yaitu Paku Pemanjat, Tumbuhan ini mempunyai rimpang yang ramping dan panjang, berakar dalam tanah,memanjat pohon tapi tidak epifit. Beberapa contoh adalah Bolbitis heteroclita Ching, Teratophyllum Mettenius, Lindsaya macracana. Paku batu-batuan dan tebing sungai, Tumbuhan paku jenis ini tumbuh pada batu-batuan atau pada tebing sungai, menyukai kelembaban. Rimpangnya menjalar pada permukaan batuan dan akar-akarnya masuk ke celah-celah batu. Contohnya yaitu Pteris sericea Ching, Dipteris lobbianaHk. Moore, Lindsaya lucida, L. Nitida Bl. Paku Epifit Jenis tumbuhan ini hidup pada tumbuhan lain, terutama yang berbentuk pohon. Holtum 1968 membagi paku epifit menjadi dua macam yaitu Epifit pada tempat-tempat terlindung, tumbuhan ini tumbuh pada bagian bawah pohon di hutan terutama dekat aliran air atau di tempat-tempat yang dibayangi pegunungan. Contohnya antara lain anggota Hymenophyllaceae, Antrophyum callifolium, Asplenium tenerum Forst. Epifit pada tempat-tempat terbuka, tumbuhan ini terdapat pada tempat yang terkena sinar matahari langsung atau agak teduh dan tahan terhadap angin. Contohnya antara lain Drynaria Smith,Asplenium nidusL., Platycerium Desvaux, Pyrrosia Mirbel,Drymoglossum Presl. Paku Akuatik Tumbuhan yang termasuk kelompok ini mengapung bebas di permukaan air. Contohnya ialah anggota famili Salviniaceae dan Marsileaceae. Selain itu terdapat juga tumbuhan paku yang sebagian hidupnya berada pada air, misalnya Acrosticum aureum L. Pada daerah mangrove Tectaria semibinnata Wall. C. Chr. Pada daerah pasang surut, Ceratopteris thalictroides Brongn. Pada perairan dangkal. Ciri Ciri TUMBUHAN PAKU Memiliki 4 struktur penting, yaitu lapisan pelindung sel jaket sterilyang terdapat disekeliling organ reproduksi, embrio multiseluler yang terdapat dalam arkegonium, kutikula pada bagian luar , dan yang paling penting adalah sistem transport internal yang mengangkut air dan zat makanan dari dalam tanah. Sistem transport ini sama baiknya seperti pengorganisasian transport air dan zat makanan pada tumbuhan tingkat tinggi. a Struktur tubuh 1. Akar Bersifat seperti akar serabut, ujungnya dilindungi kaliptra yang terdiri atas sel – sel yang dapat dibedakan dengan sel – sel akarnya sendiri. 2. Batang Pada sebagian jenis tumbuhan paku tidak tampak karena terdapat di dalam tanah berupa rimbang, mungkin menjalar atau sedikit tegak. Jika muncul di atas permukaan tanah, batangnya sangat pendek sekitar 0,5 m. akan tetapi ada batang beberapa jenis tumbuhan paku seperti paku pohon /paku tiang yang panjangnya mencapai 5 m dan kadang – kadang bercabang misalnya Alsophilla dan Cyathea. 3. Daun Daun selalu melingkar dan menggulung pada usia muda. berdasarkan bentuk ukuran dan susunanya, daun paku dibedakan antara epidermis, daging daun, dan tulang daun. Habitat Tumbuhan Paku Habitatnya di darat, terutama pada lapisan bawah tanah didataran rendah, tepi pantai, lereng gunung, 350 meter diatas permukaan laut terutama di daerah lembab, dan ada juga yang bersifat epifit menempel pada tumbuhan lain. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan paku kadar air dalam tanah kadar air dalam udara Kandungan hara mineral dalam tanah kadar cahaya untuk fotosintesis Suhu yang optimal Perlindungan dari angin perlindungan dari cahaya yang terlalu kuat Tidak semua faktor tersebut berpengaruh, tapi tergantung pada jenis tumbuhan pakunya. Survive tidaknya suatu tumbuhan paku di suatu areal tergantung dari ketahanan gametofitnya, apakah akan berkembang secara alami di lingkungannya atau tidak. Seperti tanaman tingkat tinggi, tumbuhan paku tumbuh lingkungannya masing-masing biasanya tempat lembab. beberapa paku dapat bertahan hidup di daerah yang ekstrim seperti lingkungan kering dan panas. Beberapa jenis paku dapat tumbuh di daerah gurun Tumbuhan paku meletakkan dirinya tepat sesuai dengan nitchenya, tanah yang lembab, udara yang lembab, intensitas cahaya dan sebagainya. Jarang tumbuhan paku hidup diluar nitchenya. Jika anda ingin menumbuhkembangkan paku, maka anda harus menciptakan lingkungan yang sesuai sehingga tumbuhan paku tumbuh dan berkembang dengan optimal. MANFAAT TUMBUHAN PAKU Manfaat dari tumbuhan paku Pteridophyta yaitu 1. Dipelihara sebagai tanaman hias, contohnya a Adiantum pedatum b Alsophila cuspidata c Asplenium nidus 2. Sebagai salah satu bahan dalam pembuatan karangan bunga, misalnya Lycopodium cernuum. 3. Untuk sayuran, misalnya a Diplazium esculentum Pakis b Salvinia natans paku sampan atau kiambang c Marsilea crenata Semanggi 4. Pupuk hijau, misalnya a Azolla pinnata, bersimbiosis dengan Anabaena sp alga biru yang berperan dalam fiksasi nitrogen. Karena paku Azolla pinata akan bersimbiosis dengan bakteri Anabaena yg mana mengikat nitrrogen bebas yang menyuburkan tanah bagi tumbuhan. 5. Bahan obat-obatan; a Marsilea crenata Semanggi. Secara kimia banyak mengandung coumarin dan hyperin. Khasiatnya sangat banyak seperti mampu menghilangkan bengkak, anti radang, anti biotik, pelancar air seni, penurun panas, penetralisir racun dan pelancar dahak, selain dari juga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi sakit kuning dan pengecilan hati. Terimakasih, semoga artikel ini bermanfaat. Bagi Sobat yang mencari aplikasi bermanfaat, kami sarankan untuk mencoba mengakses situs untuk download aplikasi sepuasnya secara gratis di sana. Baca Juga Makalah Teknologi Sistem Gerak Terlengkap Kulit Fungsi dan Struktur Kulit Terlengkap DAFTAR PUSTAKA Yudianto, Adi Suroso, 1992, Pengantar Botany Cryptogamae, Tarsito, Bandung. Champbell. 2000. Biologi. Erlangga Jakarta. Dasuki, U. A. 1994. Sistematik Tumbuhan Tinggi. Bandung ITB. Mooryati, S. 1998. Alam Sumber Kesehatan, 347-349. Balai Pustaka Jakarta. Polunin, Pengantar Geografi Tumbuhan dan Beberapa Ilmu Serumpun, Yogyakarta, Gajah Mada University Press. Tjitrosoepomo, Gembong. 2005. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta Gadjah Mada University. Jelaskan Jenis Tumbuhan Paku Berdasarkan Sporanya Berilah Contoh Masing Masing Kumpulan lengkap Jelaskan Jenis Tumbuhan Paku Berdasarkan Sporanya Berilah Contoh Masing Masing. Suplir Wikipedia Bahasa Indonesia Ensiklopedia Bebas Doc Tumbuhan Tingkat Tinggi Dan Tingkat Rendah Sifa Masruroh5 Tumbuhan Paku Pteridophyta Pengertian Klasifikasi Reproduksi Pengertian Ciri Dan Klasifikasi Tumbuhan Paku Pteridophyta Struktur Tubuh Lumut Daur Hidup Tumbuhan Paku Daur Hidup Tumbuhan Lumut Bryophyta Tumbuhan Lumut Bryophyta Artikel Lengkap Artikelsiana Biologi Gonzaga Paku Homospore Peralihan Itulah yang dapat admin bagikan mengenai jelaskan jenis tumbuhan paku berdasarkan sporanya berilah contoh masing masing. Admin blog Berbagai Jenis Penting 2019 juga mengumpulkan gambar-gambar lainnya terkait jelaskan jenis tumbuhan paku berdasarkan sporanya berilah contoh masing masing dibawah ini. Metagenesis Tumbuhan Paku Lengkap Dengan Pembahsannya Klasifikasi Tumbuhan Paku Pengertian Ciri Habitatnya Kingdom Plantaedunia Tumbuhan Sebutkan Ciri Ciri Tumbuhan Paku Pteridophyta Dan Contohnya Gametofit Wikipedia Bahasa Indonesia Ensiklopedia Bebas Tumbuhan Paku Pteridophyta Bio Green Metagenesis Tumbuhan Paku Lengkap Dengan Pembahsannya E Magazine Klasifikasi Tumbuhan Sebutkan Ciri Ciri Tumbuhan Paku Pteridophyta Dan Contohnya Tumbuhan Paku Wikipedia Bahasa Indonesia Ensiklopedia Bebas Metagenesis Tumbuhan Paku Dan Skema Metagenesis Paku Biologi Gonzaga Paku Homospore Peralihan Metagenesis Tumbuhan Paku Dan Skema Metagenesis Paku Sekian data gambar yang dapat kami sajikan jelaskan jenis tumbuhan paku berdasarkan sporanya berilah contoh masing masing. Terima kasih telah berkunjung ke blog Berbagai Jenis Penting 2019. Popular posts from this blog Jenis Obat Perangsang Wanita Yg Dijual Di Apotik Kami menyajikan informasi terkait Jenis Obat Perangsang Wanita Yg Dijual Di Apotik. Namun ada beberapa hal yang harus anda ketahui sebelum membeli obat tersebut. Dari segi manfaat obat perangsang wanita di apotik memang adalah jenis obat yang paling ampuh untuk mengatasi masalah hasrat seks yang anda miliki saat ini. Doc Jual Obat Perangsang Wanita Alami Serbuk Fly Yinliaotianjiaji Heboh Obat Setan Bikin Gairah Wanita Luar Biasa Dunia Tempoco Distributor Soloco Candy Obat Kuat Pria Alat Bantu Sex Perangsang Wanita Pembesar Penis Obat Perangsang Wanita Di Apotik Toko Obat Kuat Obat Kuat Pria Tahan Lama Di Apotik Reaksi Nyata 2 Jam Blue Wizard Asli Obat Perangsang Wanita Di Batam 081262879888 654156156 6 Jenis Obat Perangsang Wanita Di Apotek Yang Populer Fda Amerik Jenis Font Di E Ktp Koleksi admin mengenai Jenis Font Di E Ktp. Font yang cantik dapat membuat atau merusak desain anda. Kami mencatat ip pelapor untuk alasan keamanan. Penipu Makin Gila Gan Ada Trik Baru Yang Mungkin Belum Agan Tau Kolom Di E Ktp Hanya Untuk Agama Resmi Yang Diakui Negara Apa E Ktp Itu Telecenter Tirtowening Indonesian Identity Card Wikipedia Manfaat Syarat Dan Langkah Mudah Cara Membuat E Ktp Di Indonesia Index Of Assetscommonimagesscan Identitas Persyaratan Dan Cara Mendapatkan E Ktp Desa Ngujung Cara Menambah Font Di Photoshop Photoscape Microsoft Ect Little Pemerintah Layani E Ktp Pada Akhir Pekan Tribun Jateng 3 Perbedaan E Ktp Untuk Wna Dan Wni Kumparancom Font tulisan ta Jenis Satwa Harapan Dan Ciri Cirinya Mencari informasi terkait Jenis Satwa Harapan Dan Ciri Cirinya. Ciri Ciri Kupu Kupu Dan Jenis Makananya Nama Nama Hewan April 2018 Prakarya Smp Mengerjakan Pr Jenis Jenis Satwa Harapan Budidaya Lebah Madu Apis Cerana Apis Dorsata Apis Florea Apis Buku Guru Prakarya Smpmts Kelas Viii Pdf Budidaya Kucing Felis Catus Persia Budidaya Dan Perawatan Kenali Jenis Jenis Burung Kakak Tua Dari Indonesia Kepogaul 10 Macam Macam Hewan Ternak Dan Gambarnya Jagadid 10 Satwa Endemik Indonesia Yang Harus Kita Lindungi Klikhotelcom Pdf Jilid 2 Buku Guru Arlin Derosa Academiaedu Inilah yang dapat admin bagikan terkait jenis satwa harapan dan ciri cirinya. Admin Berbagai Jenis Jenis Musik Asal Daerah Nama Upacara Adat Fungsi Musik Dalam Upacara Dan Fungsi Musik Dalam Upacara Berbagai data terkait Jenis Musik Asal Daerah Nama Upacara Adat Fungsi Musik Dalam Upacara Dan Fungsi Musik Dalam Upacara. 5 poin sebutkan 15 jenis musikasal daerahnama upacara adatdan fungsi musik dalam upacara tanyakan detil pertanyaan. 325 jenis musik asal daerah nama upacara adat fungsi musik dalam upacara asal usul tari seblang banyuwangi jawa timur ari daerah tari seblang adalah salah satu tari tradisional yang ber asal dari daerah banyuwangi jawa timur tepatnya di desa olehsari dan bakungan kecamatan glagah. Tugas Seni Budaya Ocha Sebutkan Asal Daerah Nama Upacara Adat Fungsi Musik Dan Jenis Upacara Tradisional Indonesia Yang Unik Dan Khas Isilah Tabel Berikut Dengan Menuliskan Jenis Musikasal Daerahnama Upacara Adat Di Malang Ini Jadi Satu Dari Enam Upacara Yang Selalu Jenis Music Asal Daerah Nama Upacara Adat

jelaskan jenis tumbuhan paku berdasarkan sporanya berilah contoh masing masing